Home » Sejarah » Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme

Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme

Posted at October 20th, 2017
Share on Facebook2Share on Google+0Pin on Pinterest1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Share on StumbleUpon1

Nama Nikola Tesla kurang begitu populer di telinga para pelajar sekolah Indonesia. Ia kalah terkenal dari Thomas Edison, sosok yang mencuri ide-ide penemuannya. Bisa disebut bahwa Nikola Tesla ialah salah satu ilmuwan sekaligus penemu jenius yang melampaui zamannya. Nikola tesla lahir 10 juli 1856 di smilijan, kekaisaran austria sekarang kroasia, dia adalah seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanika dan teknisi listrik serbia-amerika. Nikola tesla dianggap sebagai ilmuwan gila oleh sebagian besar warga Amerika karena kecakapannya memainkan pertunjukan, Tapi faktanya dia adalah ilmuwan penting dalam sejarah kelistrikan. Salah satu bukti kecerdasannya ialah ia menguasai dengan baik delapan bahasa, yakni Serbian, Inggris, Czech, Jerman, Perancis, Hungarian, Italia, dan Latin. Ia mampu mengingat isi suatu buku dan meringkasnya kembali. Ia mampu membuat visualisasi suatu perangkat yang akan ia rancang dalam pikirannya, lalu merangkai perangkat tersebut tanpa menuliskan idenya tersebut dalam dokumentasi.

Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme

Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme

Tesla muda sangat terobsesi dengan ilmu pengetahuan dan menuntut ilmu di Realschule, Karlstadt (kemudian berganti nama menjadi Johann-Rudolph-Glauber Realschule Kalstadt), Institut Politeknik di Graz, Austria; dan University of Prague sekitar tahun 1870-an. Tesla akhirnya memutuskan pindah ke Budapest, dimana ia bekerja di Central Telephone Exchange. Selama tinggal di Budapest ia pertama kalinya mendapatkan ide untuk motor induksi, namun setelah beberapa tahun berusaha mendapatkan penemuannya, pada usia 28 tahun Tesla memutuskan untuk meninggalkan Eropa dan menuju Amerika.

Setelah tiba di Amerika pada tahun 1884 dengan perbekalan yang seadanya dari pakaian yang melekat dan surat pengantar mogul bisnis Thomas Edison. Edison mempekerjakan Tesla dan mereka berdua bekerja sama untuk memperbaiki penemuan Edison. Namun, beberapa bulan kemudian mereka berdua memutuskan berpisah karena masalah hubungan bisnis ilmiah yang saling bertentangan yang disebabkan prinsip yang sangat berbeda. Edison adalah seorang tokoh listrik yang berfokus pada pemasaran dan kesuksesan finansial, sementara Tesla adalah anti-kapitalis komersial dan lebih mengutamakan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kebanyakan orang awam menganggap bahwa Thomas Edison yang menjadi pelopor era listrik, tapi sebenarnya Nikola Tesla yang menjadi pelopornya. Thomas Edison sebenarnya mengembangkan gagasan lampu bohlam dari orang-orang sebelumnya. Kemudian Thomas Edison yang berhasil menjadikan produk lampu bohlam tersebut produk dagang yang laku dijual. Nikola Tesla pernah bekerja untuk Thomas Edison. Ia bekerja membangun DC generator dan motor untuk Edison, dengan janji imbalan uang yang melimpah. Begitu Nikola Tesla selesai membuat generator DC tersebut, Edison mengingkari janjinya dan mencuri gagasan Tesla tersebut. Hal itu membuatnya keluar, pergi meninggalkan Edison. Kemudian dimulailah perseteruan antara keduanya. Ketika Edison mencuri karya DC generator yang ia buat, Nikola Tesla tidak putus asa, ia kemudian mengembangkan penelitian arus bolak-balik (AC), alternating current. Nikola Tesla bangkit menjadi penemu arus bolak-balik.

Setelah berpisah dengan Edison, pada tahun 1885 Tesla mendapatkan suntikan dana untuk membangun Tesla Electric Light Company dan ditugaskan oleh investor untuk mengembangkannya untuk tingkat pencahayaan yang terfokus. Setelah ia berhasil menjalankan misinya, Tesla dipaksa keluar dari proyek dan untuk sementara waktu ia terpaksa bekerja sebagai buruh kasar untuk bertahan hidup. Nasib baik kembali menghampirinya pada tahun 1887 ketika ia menemukan minat dalam sistem listrik AC dan pendanaan Tesla Electric Company miliknya ia dapatkan dari hasil pekerjaannya sendiri, akhirnya Tesla berhasil mengajukan beberapa paten untuk penemuannya berbasis AC.

Sistem AC Tesla akhirnya menarik perhatian seorang insinyur Amerika dan seorang bisnis man George Westinghouse yang sedang mencari solusi untuk memasok negara Amerika dengan daya jarak jauh. Dengan keyakinan bahwa Tesla mampu membantu memberikan solusi, pada tahun 1888 paten Tesla dibeli seharga $60.000 tunai dan saham di Westinghouse Corporation. Sebagai ganjaran atas sistem arus bola-balik yang ia ciptakan, Tesla dan Westinghouse memasuki kompetisi langsung dengan Thomas Edison yang juga sama berniat menjual sistem arus searah kepada Amerika.

Kampanye negatif dilancarkan oleh Edison dalam upaya melemahkan minat listrik AC hasil ciptaan Tesla. Namun Tesla terus mengembangkan karyanya hingga berhasil mematenkan beberapa hasil temuannya. Akhirnya Westinghouse Corporation terpilih untuk memasok penerangan di Pameran Dunia di Chicago pada 1893, dan Tesla disana melakukan demontrasi sistem AC hasil karyanya. Dua tahun kemudian pada tahun 1895, Tesla merancang pembangkit listrik tenaga air pertama di Amerika dengan sistem AC, di Air Terjun Niagara. Pada tahun berikutnya, pekerjaannya berhasil digunakan untuk daya kota Buffalo, New York, apa yang dilakukannya adalah sebuah prestasi besar yang dipublikasikan ke seluruh dunia hingga ia menjadi sangat terkenal.

Pembangkit Listrik Tenaga Air Pertama Buatan Nikola Tesla

Pembangkit Listrik Tenaga Air Pertama Buatan Nikola Tesla

Selain menciptakan sistem AC dan coil, sepanjang karirnya Tesla banyak merancang dan mengembangkan ide-ide untuk sejumlah penemuan penting yang telah dipatenkan seperti dinamo (generator listrik mirip baterai) dan juga induksi motor. Dia juga pelopor dalam penemuan teknologi radar, X-ray (sinar X), remote control dan medan magnet berputar- dasar dari arus bolak-balik AC.

Setelah terobsesi dengan transmisi energi nirkabel, sekitar tahun 1900 Tesla secara berani membangun proyek global. Proyeknya mencakup sistem komunikasi nirkabel untuk ditransmisikan melalui menara listrik yang besar untuk berbagi informasi dan menyediakan listrik gratis ke seluruh dunia. Semua pendanaan ia dapatkan dari sekelompok investor termasuk raksasa bisnis keuangan JP Morgan. Pada tahun 1901 Tesla mulai bekerja dengan serius merancang dan membangun sebuah laboratorium pembangkit listrik dan menara transmisi yang besar di wilayah Long Island, New York, yang terkenal sebagai Wardenclyffe.

Menara Wardenclyffe yang rencananya di Buat Listrik Gratis Sedunia Oleh Nikola Tesla

Menara Wardenclyffe yang rencananya di Buat Listrik Gratis Sedunia Oleh Nikola Tesla

Namun, ketika kalangan investor mulai muncul keraguan karena pengaruh saingannya atas sistem Tesla yang dianggap tidak masuk akal, karena perselisihan antara Morgan dan Tesla untuk penggunaan akhir dari menara, Morgan akhirnya menarik dananya karena dianggap tidak menguntungkan secara finansial. Komentar klasik dari para pemodal yang sangat terkenal adalah, “kalau ada yang bisa menarik kekuatan, dimana kami bisa menempatkan meteran?”

Guglielmo Marconi dengan dukungan keungan dari Andrew Carnegie dan Thomas Edison – yang terus membuat kemajuan besar dengan teknologi radionya sendiri, akhirnya Tesla tidak mempunyai pilihan selain meninggalkan proyek yang dianggap tidak menguntungkan secara finansial. Seluruh staf Wardenclyffe terpaksa harus diberhentikan dan pada tahun 1906 dan 1915 proyek di Long Island telah disita.

Dua tahun kemudian Tesla menyatakan mengalami kebangkrutan dan menara yang ia bangun untuk mengaliri listrik secara gratis ke seluruh dunia akhirnya dibongkar dan dijual untuk membayar hutang yang masih harus dibayar.

Baca Juga :  10 Ilmuwan Muslim Terbesar Dan Terhebat Sepanjang Sejarah

Tesla sempat mengalami gangguan saraf hingga ia mendapat julukan “ilmuwan gila”, setelah sehat ia akhirnya kembali bekerja sebagai konsultan. Namun seiring berjalannya waktu, semua ide-idenya yang muncul semakin lebih aneh dan tidak praktis. Ia juga menjadi semakin eksentrik dengan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat merpati liar di taman New York City. Ia juga bahkan pernah masuk pengawasan FBI karena ceramahnya yang membangun “blok kematian” yang menarik minat Uni Soviet selama Perang Dunia ke-2.

Nikola Tesla menghembuskan napas terakhirnya pada usia 86 tahun di New York City dalam keadaan miskin dan tertutup. Namun ia telah meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi peradaban umat manusia dengan karyanya yang telah ia tinggalkan. Nikola Tesla melambangkan kekuatan pemersatu dan inspirasi bagi semua bangsa atas nama perdamaian dan ilmu pengetahuan. Tanpa dipungkiri perjalanan ilmu pengetahuan telah digerogoti oleh sistem kapitalisme yang hanya mencari keuntungan finansial, Tesla adalah salah satu korban karena telah melawan sistem kapitalis yang setiap karyanya selalu mengutamakan kepentingan semua manusia secara gratis. Ia adalah seorang visioner sejati jauh di depan orang-orang se-zamannya yang hidup dibidang ilmu pengetahuan.

Baca Juga Artikel Yang Lain

Click here for more information about "Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme"

Write your comment about Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme




Related post to Nikola Tesla Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme